Minyak Berakhir Naik karena Kebuntuan Terkait Libya Bank Sentral Membatasi Pasokan

Harga minyak berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Kamis (29/8), menemukan beberapa dukungan setelah mencatat penurunan sesi berturut-turut, karena perselisihan di Libya terus membatasi pasokan dari produsen OPEC tersebut.

Minyak mentah West Texas International untuk pengiriman Oktober naik $1,39, atau 1,9%, menjadi $75,91 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent Oktober, patokan global, naik $1,29, atau 1,6%, menjadi $79,94 per barel di ICE Futures Europe. Kontrak Brent November yang lebih aktif diperdagangkan naik $1,24, atau 1,6%, menjadi $78,82 per barel.

Bensin September naik 1,5% menjadi $2,25 per galon, sementara minyak pemanas September naik 2,5% menjadi $2,28 per galon. Gas alam untuk pengiriman Oktober ditutup pada harga $2,14 per juta British thermal unit, naik 1,9% setelah diperdagangkan serendah $2,026 selama sesi tersebut.

Penggerak pasar

Perselisihan antara para pemimpin timur Libya dan otoritas barat atas bank sentral negara tersebut telah mengakibatkan blokade minyak yang secara signifikan telah membatasi aliran minyak mentah, dengan produksi turun hampir 500.000 barel per hari, kata ahli strategi komoditas Warren Patterson dan Ewa Manthey dari ING, dalam sebuah catatan, menambahkan bahwa angka tersebut tidak termasuk penutupan ladang minyak Sharara awal bulan ini. (Tgh)

Sumber: Marketwatch

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.