Minyak Menguat Pasca Penurunan Stok Turun, Timur Tengah Dalam Fokus

Minyak melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua seiring menyusutnya persediaan minyak mentah AS, dengan pasar yang masih mengawasi Timur Tengah untuk potensi gejolak susulan.

Harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di dekat $69 per barel setelah naik 2,1% pada hari Rabu, sementara Brent ditutup di atas $72. Stok minyak mentah, bensin, dan sulingan AS  kategori yang mencakup solar semuanya turun minggu lalu, menurut data dari Badan Informasi Energi.

Harga minyak anjlok di awal minggu setelah serangan balasan yang “mengecewakan” dari Israel terhadap Iran, dan karena dorongan baru untuk mengakhiri konflik dengan Hizbullah. Namun, pasar telah “terlalu cepat santai” atas risiko Timur Tengah, dan dimulainya kembali permusuhan dapat meningkatkan harga, menurut Standard Chartered Plc.

Pasar komoditas dan keuangan memiliki dua peristiwa penting minggu depan yang dapat membuat gejolak pada harga  yaitu pemilihan umum AS dan pertemuan badan legislatif tertinggi Tiongkok, dengan investor mengamati upaya stimulus tambahan untuk menghidupkan kembali ekonomi Beijing. Negara Asia tersebut merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia.

WTI untuk pengiriman Desember naik 0,5% menjadi $68,96 per barel pada pukul 7:30 pagi di Singapura.

Brent untuk pengiriman Desember ditutup 2% lebih tinggi pada $72,55 per barel.(mrv)@Newsmaker23

Sumber : Bloomberg

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.