Harga Minyak Naik ditengah Penurunan Stok Minyak Mentah AS, Harapan Stimulus China

Kenaikan minyak
Kenaikan minyak

Harga minyak naik pada hari Kamis (25/1) setelah data menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan pada minggu lalu, sementara pemotongan rasio cadangan bank oleh bank sentral Tiongkok memperkuat harapan akan lebih banyak langkah stimulus dan pemulihan ekonomi.

Minyak mentah berjangka Brent naik 41 sen, atau 0,5%, menjadi $80,45 per barel pada 0730 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 44 sen, atau 0,6%, menjadi $75,53 per barel.

Stok minyak mentah AS anjlok 9,2 juta barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi (EIA), lebih dari empat kali lipat perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 2,2 juta barel.

Penarikan ini didorong oleh penurunan tajam impor minyak mentah AS karena cuaca musim dingin yang menutup kilang-kilang minyak dan membuat pengendara tidak bisa bepergian.

Produksi minyak mentah AS turun dari rekor 13,3 juta barel per hari (bph) dua minggu lalu ke level terendah dalam lima bulan sebesar 12,3 bph pada minggu lalu setelah sumur minyak membeku selama pembekuan di Arktik.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari harapan pemulihan ekonomi Tiongkok. (Arl)

Sumber : Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.