Minyak Menguat ditengah Data Ekonomi China dan Perkiraan Permintaan yang Kuat

Harga minyak naik pada hari Rabu (15/11) setelah output pabrik dan penjualan ritel Tiongkok melampaui ekspektasi, sehari setelah Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini.

Minyak mentah Brent berjangka naik 18 sen, atau 0,2%, menjadi $82,65 per barel pada pukul 06.47 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen, juga 0,2%, menjadi $78,41.

Aktivitas ekonomi Tiongkok pada bulan Oktober meningkat karena output industri tumbuh lebih cepat dan pertumbuhan penjualan ritel melebihi ekspektasi, sebuah tanda yang menggembirakan bagi perekonomian terbesar kedua di dunia.

IEA bergabung dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini, meskipun ada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di banyak negara besar.

Pembacaan inflasi AS yang lebih lemah yang mendukung ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada musim semi mendatang membuat dolar AS (.DXY) turun ke level terendah dalam dua setengah bulan terhadap sejumlah mata uang lainnya. Melemahnya dolar dapat meningkatkan permintaan minyak dengan membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. (Arl)

Sumber : Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.