
PT. Rifan Financindo Berjangka — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan optimistis dapat mencapai cakupan kepesertaan semesta atau universal health coverage (UHC) sebesar 98 persen pada 2024.
Target kepesertaan ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 yang dicanangkan pemerintah.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan jika melihat RPJMN tersebut, Indonesia ditargetkan dapat mencapai cakupan kepesertaan UHC sebesar 98 persen pada 2024.
Adapun, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial 2023-2024 dijelaskan bahwa tujuan kepesertaan program JKN menurut segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar 111 juta pada 2023.
“Sekarang yang dianggarkan sebenarnya 96,8 juta, tetapi rata-rata sekitar 95 juta,” kata Ghufron dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2023 di Jakart, Senin (2/10/2023).
- Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (31/12): Tak Bergerak di Level Rp 2.501.000 Per Gram
- Pesta 3 Hari! Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
- Harga Emas Galeri 24, UBS & Antam Retro Hari Ini 18 Desember 2025
- Harga Emas Antam Hari Ini Tidak Bergerak, Buyback Jadi Berapa?
- Makin Merajalela! Harga Emas Antam Hari Ini Terbang Rp 22.000
Sementara pada 2024 mendatang, segmen PBI harus mencapai 113 juta kepesertaan. “Kalau ini dipenuhi, saya kira menurut Perpres 36/2023, maka total 274,4 juta. Artinya, kami optimistis jika itu dilakukan tentu UHC di Indonesia akan tercapai. Sekarang berlomba-lomba provinsi dan kabupaten/kota sudah banyak yang UHC,” ungkapnya.
Tercatat, per 1 September 2023, Ghufron menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan JKN mencapai lebih dari 262,74 juta jiwa atau 94,60 persen dari total seluruh penduduk.
“Ini merupakan bukti nyata dari upaya bersama untuk menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemanfaatan layanan kesehatan yang signifikan oleh peserta JKN pada 2022 dengan 502,8 juta. Menurut Ghufron, pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat Indonesia terhadap Program JKN.
Alhasil, jumlah kepesertaan untuk program jaminan kesehtaan mencapai 252,46 juta. Artinya, pada tahun ini, cakupan peserta BPJS Kesehatan harus mencapai 91 persen.
Sementara pada 2024, segmen PBI harus mencapai 113 juta dan non-PBI mencapai 161,36 juta. Dengan demikian, total peserta yang dimiliki BPJS Kesehatan harus mencapai 274,36 juta atau dengan cakupan peserta sebesar 98 persen pada 2024.
amerika serikat Aussie bca bri Data DOLAR dollar emas Fokus Geopolitics Goyah: hang seng harga harga emas harga minyak harga perak hong kong Jelang Jepang keuangan mandiri market Melemah Menguat, Minyak Dunia Naik Newsmaker.id Pasar Pasca Pecah Poundsterling REKOR saham selatan Sinyal Stabil Tarif Tertekan, the fed timur tengah tiongkok tips Turun world Yield
