Emas Stabil Setelah Jatuh Akibat Dampak Imbal Hasil, Mengurangi Permintaan Logam

Harga emas stabil di perdagangan Asia setelah jatuh pada hari Senin (31/10) karena imbal hasil Treasury naik dan perang Israel-Hamas masih terkendali.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mendekati level tertinggi sejak tahun 2007 setelah melonjak pada sesi sebelumnya di tengah ekspektasi para pejabat akan mengungkapkan rencana penjualan utang yang lebih besar pada pengumuman pengembalian dana triwulanan pada hari Rabu. Biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif pada emas batangan, yang tidak menawarkan bunga apa pun.

Invasi darat Israel ke Gaza, sejauh ini, tidak menyebabkan peningkatan perang regional, sehingga mengurangi permintaan tempat berlindung. Harga logam ini masih naik sekitar 9% sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, dengan permintaan terhadap aset yang lebih aman melebihi dampak kenaikan imbal hasil obligasi.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada $1995,45 per ons pada pukul 8:49 pagi waktu Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%. Perak dan platinum turun tipis, sementara paladium sedikit naik. (Arl)

Sumber : Bloomberg

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.