
PT. Rifan Financindo Berjangka, BALIKPAPAN — Pasar saham Asia Pasifik sedikit berubah pada awal perdagangan Rabu karena investor menantikan data ekonomi utama dari Tiongkok.
Sementara Tiongkok akan merilis data produk domestik bruto (GDP) kuartal ketiga. Para ekonom memperkirakan perekonomian negara akan melaporkan pertumbuhan sebesar 4,4%, menurut jajak pendapat Reuters.
Tiongkok dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini juga akan merilis data output industri dan penjualan ritel untuk bulan September, serta tingkat pengangguran perkotaan.
BACA JUGA :
- Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Melesat Rp31.000, Jadi Segini
- Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Melesat Rp15.000
- Harga Emas Babak Belur: Jatuh 3% Sehari, ke Level US$ 4300
- Harga Emas Lesu, Rekor Terburuk 2 Minggu: Perak Malah Makin Bersinar
- Harga Emas Hancur “Dihajar” Galaknya Fed, China Jadi Harapan Bangkit
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 memulai hari dengan kenaikan 0,08%, menjelang data pengangguran pada hari Kamis. Tingkat pengangguran merupakan salah satu metrik utama yang dipertimbangkan oleh Reserve Bank of Australia (RBA) ketika menetapkan kebijakan moneternya.
Pasar Jepang diperdagangkan mendekati garis datar, dengan Nikkei 225 turun hanya 0,1% dan Topix naik tipis. Indeks Kospi Korea Selatan juga turun sedikit, dengan Kosdaq tergelincir 0,15%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 17,782, juga menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih kuat dibandingkan dengan penutupan terakhir HSI di 17,773.34.(yds)
Sumber: CNBC
