
PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas global berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini, setelah mencatat penurunan tajam selama enam hari beruntun.
Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan harga emas kemarin tercatat turun US$20,71 ke US$1.827,70 per troy ons. Dalam enam hari perdagangan harga emas tercatat anjlok US$97,53 dan saat ini berada di level terendah sejak 9 Maret lalu.
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang berencana menaikkan suku bunga lagi membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (treasury) naik tajam. Treasury tenor 10 tahun kemarin mencapai 4,7 persen, tertinggi dalam 26 tahun terakhir.
“Emas dan treasury sama-sama dianggap sebagai aset aman [safe haven]. Bedanya, treasury memberikan imbal hasil, sementara emas tidak. Ketika yield treasury naik, maka emas menjadi kurang menarik,” tulis analis Monex, Selasa (3/10/2023).
Dari data luar negeri, indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS Global S&P pada September meningkat menjadi 49,8 dari 47,9 pada Agustus. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan 48,9.
Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan belanja AS pada proyek konstruksi naik 0,5 persen pada Agustus menjadi 1,98 triliun dolar AS. Para ekonom sebelumnya memperkirakan belanja konstruksi meningkat 0,6 persen pada Agustus.
- Harga Emas Diteror Inflasi AS: Ambruk 1% Lebih dalam Semalam
- Usai Terbang ke US$ 4.600, Harga Emas Pekan Ini Bakal Nyungsep?
- Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Gak ke Mana-Mana
- Harga Emas Bangkit dengan Mengerikan! Terbang 4,3% Sehari, ke U$$ 4500
- Harga Emas Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Jangan Beli Dulu?
Berikut referensi teknikal untuk mengambil posisi sell untuk komoditas emas:
Entry Price: US$1.821,98 – US$1.826,74
Level Support 1: US$1.820,30
Level Support 2: US$1.813,32
Level Resistance 1: US$1.828,08
Level Resistance 2: US$1.834,03
Sumber : Bisnis.com
amerika serikat Aussie bca bri Data DOLAR dollar emas Fokus Geopolitics Goyah: hang seng harga harga emas harga minyak harga perak hong kong Jelang Jepang keuangan mandiri market Melemah Menguat, Minyak Dunia Naik Newsmaker.id Pasar Pasca Pecah Poundsterling REKOR saham selatan Sinyal Stabil Tarif Tertekan, the fed timur tengah tiongkok tips Turun world Yield
