S&P 500 Anjlok Catatkan Minggu Terburuk Sejak 2023, Nasdaq Turun 2%

S&P 500 anjlok pada hari Jumat (6/9), mencatat minggu terburuknya sejak Maret 2023, karena investor menilai dampak dari laporan pekerjaan bulan Agustus yang lemah dan mengabaikan saham teknologi terkemuka.

Indeks secara umum anjlok 1,73% hingga ditutup pada 5.408,42, sementara Nasdaq Composite turun 2,55% hingga ditutup pada 16.690,83. Indeks yang sarat teknologi ini mengakhiri sesi dengan selisih lebih dari 10% dari rekor penutupannya. Dow Jones Industrial Average turun 410,34 poin, atau 1,01%, hingga berakhir pada 40.345,41.

Saham teknologi berkapitalisasi besar anjlok karena investor mengabaikan aset berisiko di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS.

Amazon merosot 3,7%, dan Alphabet merosot 4%. Sementara itu, Meta Platforms kehilangan lebih dari 3%. Broadcom merosot 10% karena panduan kuartal saat ini yang kurang bersemangat. Nama-nama semikonduktor lainnya ikut turun, dengan Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing turun sekitar 4%. ETF Semikonduktor VanEck turun 4%, dan membukukan minggu terburuknya sejak Maret 2020.

Pergerakan hari Jumat menutup minggu yang sulit bagi pasar ekuitas. S&P 500 mencatat penurunan 4,3% dan minggu terburuknya sejak Maret 2023. Nasdaq merosot 5,8% untuk minggu terburuknya sejak 2022, sementara Dow yang terdiri dari 30 saham merosot 2,9%. (Arl)

Sumber : CNBC

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.